Pemerintah Desa Karanggebang – Pemerintah Desa Karanggebang Melakukan tutup sementara lockdown karena ada warganya yang positif COVID-19. Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Hal tersebut di landasi inisiatif dari Pemerintah Desa, Satgas COVID-19 Ponorogo dan warga

“Penutupan sejak Selasa (15/9) kemarin diperkirakan sampai Senin (28/9) mendatang”.

Keputusan lockdown diambil karena ada dua warga Desa Karanggebang yang terkonfirmasi positif COVID-19. Berdasarkan hasil penelusuran, awal mula terdeteksinya warga yang terpapar virus covid-19 berawal dari seorang kakek yang merupakan warga Kecamatan Jetis, Ponorogo, suspek dirawat, dan meninggal dunia karena COVID-19 pada 8 September 2020.

ada 13 orang yang merupakan kontak erat dari pasien kasus nomor 302 tersebut terkonfirmasi positif COVID-19. 13 warga itu merupakan keluarga dari pasien nomor 302. Bahkan dua di antaranya masih anak-anak dan remaja.

“Mereka yang tertular dari pasien 302 ini ada kebanyakan dari kecamatan Jetis. Tetapi ada yang dari Kecamatan Ngrayun dan Kecamatan Jambon”.

Ketika sang kakek masih dirawat karena sakit, sejumlah orang yang masih keluarga kakek ini menjenguknya. Mereka tidak tahu kalau pasien itu telah positif COVID-19.

Lantaran selama ini sang kakek tidak pernah bepergian ke luar daerah Ponorogo. “Mereka mengira pasien ini hanya sakit biasa. Tetapi ternyata terpapar Corona,” kata dia.

Dengan melihat kasus ini, Pemerintah desa berharap kepada masayarakat Ponorogo terutama warga desa karanggebang untuk menahan diri supaya tidak saling berkunjung saat ada saudara yang sakit.

Pasca penutupan sementara atau lockdown ini, Akses keluar masuk warga hanya melalui satu jalur. Yakni jalan penghubung antara Karanggebang dan Desa Tegalsari. Jalur ini pun dijaga oleh dua orang selama 24 jam yang dibagi dalam tiga shift.

“Penutupan ada 8 hingga 10 jalan, seperti perbatasan antara Mojorejo, Kradenan, Kutu Kulon, dan Jetis sudah tertutup dengan rapi dan insyaallah tidak bisa dilewati kendaraan. Semua pintu masuk ke Karanggebang kita tutup total kecuali perbatasan Desa Tegalsari”.

Bahan makanan bagi warga yang merupakan tracing kontak pasien COVID-19, sebagian disuplai dari Pemdes dan juga masyarakat sekitar.

“Kita beri bantuan bahan makanan seperti beras, telur, mie instan, minyak dan bahan mentah lainnya. Warga sekitar juga turut membantu bahan makanan”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *