Profil Desa karanggebang kecamatan jetis kabupaten ponorogo
Sejarah desa karanggebang
ASAL USUL DESA
Karanggebang, ditinjau dari asal katanya terdiri dari kata Karang dan Gebang.
Karang yaitu dari kata Pekarangan yang artinya tegalan di sebelah atau di sekitar rumah, sedang Gebang yaitu jenis tumbuh-tumbuhan seperti pohon Aren atau daunnya seperti pohon Palem.
Jadi Karanggebang berarti Pekarangan yang banyak tumbuh pohon Gebang.
Pada suatu hari pada masa Kerajaan Majapahit ada sekelompok kecil orang yang merambah masuk hutan dan sampai di hutan gebang, karena dia ingin membuka ladang baru untuk bercocok tanam, lalu mereka membuat rumah dan menetap di hutan tersebut, karena di sekitar rumah dan dimana-mana terdapat pohon gebang maka tempat itu diberinama Karanggebang.
Agama islam di Desa Karanggebang semenjak masa K. Hasan Besari, Kyai Pesantren Desa Tegalsari dan pada masa itu banyak orang Karanggebang yang menjadi santri K. Hasan Besari sekitar tahun 1830 dan tahun 1844 di Desa Karanggebang didirikan Masjid yang pertamakali oleh K. Mohammad Hasan.
Dalam perkembangannya Desa Karanggebang pernah menjadi Desa Perdikan yaitu suatu Desa yang bebas pajak, namun secara Turun-temurun Kekuasaanya berada pada suatu keturunan saja yaitu anak keturunan dari Raja Kraton Solo.
Pemimpin/Lurah pertamakali dalam masa Perdikan adalah R. Notopuro
Demikian kurang lebihnya cerita para sesepuh terjadinya Desa Karanggebang.
Adapun Desa Karanggebang dibagi menjadi 4 ( empat ) Dusun yaitu : Dusun Purwo Asri, Dusun Karang Asri, Dusun Taman Asri dan Dusun Tegal Asri / Puhlimo
Para Pejabat Bekel, Lurah atau Kepala Desa yang pernah memimpin Desa Karanggebang sebagai berikut :
| NO | NAMA | MASA JABATAN | KETERANGAN |
|
1.
2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.
9. |
Sebelum perdikan tdk jelas R. NOTOPURO R. MANGUN SUDIRO R. SUJARNO R. SUJITO R. SUMARSONO SUMADJI GONO H.A. EKO BUDIANTO
ABDUL BASYID, S. Ag |
Sejak dulu kala 1844 – 1887 1887 – 1924 1924 – 1927 1927 – 1956 1956 – 1963 1963 – 1990 1990 – 1998 1998 –
2016 – sekarang |
– Ndoro Pertama – Tdk lama meninggal Adiknya R.Sujarno Ndoro terakhir Kepala Desa Pilihan 2 Periode
|
0
1.2 SEJARAH PEMBANGUNAN DESA KARANGGEBANG
Pada masa kepemimpinan oleh Ndoro, kekuasaan penuh ditangan Ndoro dan Masyarakat masih taat dan patuh kepadanya (sendiko dawuh) maka pembangunan pada masa lalu banyak bersifat swadaya dan gotong-royong, sebagai contoh : Pembauatan Jalan, Masjid, Sekolahan, Saluran air dll. Namun lama kelamaan dan dengan berkembangnya jaman, kesadaran swadaya dan gotong-royong masyarakat sangat berkurang.
1.3 PEMBANGUNAN MASA KINI
Dengan meningkatnya sumber daya masyarakat, kini pembangunan yang ada di desa Karanggebang tidak hanya dikelola oleh Pemerintah, lembaga maupun kelompok saja, akan tetapi partisipasi masyarakat juga diharapkan untuk turut serta dalam pembangunan yang ada.
1.4 KONDISI BUDAYA DAN KEGIATAN ATAU KONDISI SEKARANG
- Seni tradisional Reog
Kesenian tersebut sampai sekarang masih bertahan di kalangang Masyarakat Dusun Karang Asri dan Dsn. Taman Asri, karena sampai sekarang masih sering digelar pada acara hari-hari besar Islam atau Nasional.
- Seni tradisional Gajah-gajahan.
Kesenian tersebut berada di kalangang Masyarakat Dsn. Purwo Asri dan masih sering juga digelar pada acara hari-hari besar Islam atau Nasional.
- Kesenian Karawitan
Di Desa Karanggebang terdapat 1 kelompok seni karawitan yang terletak di Dusun Purwo Asri, hingga sekarang alat/gamelan tersebut masih digunakan.
- Kegiatan Olahraga
Kegemaran olahraga pemuda-pemuda di Desa Karanggebang adalah Sepakbola, walaupun sarana seperti lapangan hingga sekarang masih menyewa tanah milik masyarakat namun kegiatan tersebut masih berjalan dengan baik, dan masih selalu ikut serta dalam kompetisi-kompetisi di desa lain.
- Kelompok Pengajian
Kelompok pengajian atau yasinan dan tahlil di Desa Karanggebang umumnya setiap dusun ada bahkan lebih dari satu kelompok, yang paling banyak terdapat pada RT yang dilaksanakan satu lapan (35 hari) sekali, bahkan ada di Dsn. Purwo Asri jamaah yasinan dan tahlil yang diadakan oleh kelompok perempuan yang diadakan satu minggu sekali dan sampai sekarang kegiatan tersebut berjalan dengan baik.
- POTENSI SUMBER DAYA ALAM
1.A. POTENSI UMUM
BATAS WILAYAH
- Sebelah utara desa Tegalsari, Mojorejo kecamatan Jetis
- Sebelah selatan desa kutuwetan, kutukulon, kradenan kecamatan jetis
- Sebelah timur desa mojorejo, kradenan kecamatan jetis
- Sebelah barat desa jetis, kutukulon kecamatan jetis
- B Penetapan Batas dan Peta Wilayah sesuai dasar hukum Perdes no dan Perda No ..
1.5 KONDISI GEOGRAFIS
Desa Karanggebang merupakan Desa yang berada di wilayah kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo, dengan luas 238,95 Ha
Yang terdiri sebagai berikut :
- Luas tanah sawah : 151,890 Ha.
- Luas tanah kering : 64,89 Ha
- 3. Luas fasilitas umum : 22,17
- 4. Tanah sawah : 151,89
- 5. Tanah kering/ladang : 21,65 Ha
- Pemukiman : 43,24 Ha
TANAH FASILITAS UMUM
- Kas Desa/kelurahan : 17,30 Ha
- Tanah Bengkok : 12,73 Ha
- Sawah desa : 4,57 Ha
- Lapangan Olahraga : 0,28 Ha
- Perkantoran Pemerintah : 0,10 Ha
- Tempat pemakaman desa/umum : 0,50 Ha
- Jalan : 3,99 Ha
Total Luas : 22,17 Ha
Kondisi Geografis sebagai berikut:
- Ketinggian tanah dari permukaan air laut : 104 Mdl
- Banyaknya curah hujan : 2,188,00 mm/tahun
- Jumlah bulan hujan : 7,00 bulan
- Kelembapan : 45,00
- 5. Tofografi : Dataran rendah
- 6. Suhu udara rata-rata harian : 29o C
JENIS DAN KESUBURAN TANAH
Warna tanah (sebagian besar) : Hitam
Tekstur tanah : Lempungan
Tingkat kemiringan tanah : 5,00 derajat
Topografi
Desa/kelurahan dataran rendah : 238,95 Ha
Orbitasi
Jarak ke ibu kota kecamatan : 2,50 Km
Lama jarak tempuh ke ibu kota kecamatan dengan kendaraan bermotor 0,20 jam
Lama jarak tempuh ke ibu kota kecamatan dengan berjalan kaki atau kendaraan non bermotor 50,00 jam
Jarak ke ibu kota kabupaten/kota 12,50 km
Lama jarak tempuh ke ibu kota kabupaten dengan kendaraan bermotor 0,50 jam
Lama jarak tempuh ke ibu kota kabupaten dengan beerjalan kaki atau kendaraan non bermotor 3,00 jam
Kendaraan umum ke ibu kota kabupaten/kota 6,00 unit
Jarak ke ibu kota provinsi 212,00 km
Lama jaarak tempuh ke ibu kota provinsi dengan kendaraan bermotor 6,00 jam
Kendaraan umum ke ibu kota provinsi 10,00 unit
PERTANIAN
- TANAMAN PANGAN
- Pemilihan Lahan Pertanian Tanaman Pangan
Jumlah keluarga memiliki tanah pertanian 210 keluarga
Tidak memiliki 185 keluarga
Memiliki kurang dari 10 ha 183 kkeluarga
Memiliki 10 -50 ha 27 keluarga
Total jumlah keluarga petani 395 keluarga
- Luas tanaman pangan menurut komoditas pada tahun ini
Jagung 104,00 ha 9,10 Ton/ha
Kacang kedelai 69,00 ha 2,10 Ton/ha
9999 3,00 ha 2,80 Ton/ha
Padi sawah 304,00 ha 6,40 Ton/ha
Ubi kayu 5,00 ha 20,00 Ton/ha
- Hasil Tanaman dan Luas Tanaman Buah – buahan
Mangga 1,50 Ha 19,00 Ton/ha
Pisang 2,00 Ha 12,00 Ton/ha
PETERNAKAN
- JENIS POPULASI TERNAK
Sapi jumlah pemilik 20 orang populasi jumlah 40 ekor
Kambing jumlah pemilik 41 orang populasi jumlah 460 ekor
Domba jumlah pemilik 1 orang populasi jumlah 50 ekor
Ayam kampung jumlah pemilik 510 orang populasi jumlah 2100 ekor
Ayam broiller jumlah pemilik 4 orang populasi jumlah 3250 ekor
Angsa jumlah pemilik 10 orang populasi jumlah 80 ekor
PRODUKSI PETERNAKAN
Telur 1.600,00 960
Daging 5.000,00 960
PERIKANAN
Jenis ikan dan produksi
Lele 115,00 ton/thn
Jenis sarana budidaya ikan air tawar
Empang /kolam 3,00 3 1,15 ton/thn
RUANG PUBLIK /TAMAN
Ruang publik taman tanah kas desa ada luas 184.185,20 M
POTENSI WISATA
POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA
Jumlah laki – laki 1672 orang
Jumlah perempuan 1691 orang
Jumlah total 3363 orang
Jumlah kepala keluarga 925 KK
Kepadatan penduduk 1.407,41 per KM
MATA PENCAHARIAN POKOK
Petani Laki-laki 420 orang, perempuan 410
Buruh tani laki-laki 375 orang, perempuan 361 orang
Buruh Migran laki-laki 12 orang , perempuan 20 orang
Pegawai Negeri Sipil laki-laki 13 orang, perempuan 10 orang
Pengrajin perempuan 25 orang
Montir laki-laki 5 orang
Dokter swasta perempuan 1 orang
Perawat swasta laki-laki 2 orang, perempuan 3 orang
Bidan swasta perempuan 2 orang
TNI laki-laki 6 orang
POLRI 5 orang
Guru swasta laki-laki 8 orang, perempuan 8 orang
Tukang kayu laki-laki 20 orang
Tukang Batu laki-laki 35 orang
Wiraswasta laki-laki 344 orang, perempuan 344 orang
Tidak mempunyai pekerjaan tetap laki-laki 157 orang, perempuan 232 orang
Pelajar laki-laki 229 orang, perempuan 200 orang
Purnawirawan/pensiun laki-laki 12 orang, perempuan 5 orang
Perangkat desa laki-laki 10 orang, perempuan 1 orang
Pemilik usaha warung/rumah makan perempuan 10 orang
Tukang jahit perempuan 25 orang
Tukang kue perempuan 4 orang
Agama islam laki-laki 1.672 orang, perempuan 1.691 orang
Etnis Jawa laki-laki 1.672 orang, perempuan 1.691 orang
POTENSI KELEMBAGAAN
PEMERINTAH DESA
Dasar hukum pembentukan pemerintah desa/kelurahan : Perda
Dasar hukum pembenukan BPD : Perda
Jumlah aparat pemerintahan Desa/kelurahan : 11 orang
Jumlah Perangkat Desa/kelurahan : 11 unit kerja
Kepada Desa/Lurah : Ada
Sekretaris Desa/kkelurahan : Ada
Kepala urusan pemerintahan Ada
Kepala urusan pembangunan Ada akif
Kepala urusan pemberdayaan masyarakat Ada aktif
Kepala urusan umum Ada aktif
Kepala urusan keuangan Ada aktif
Jumlah staf 3 orang
Jumlah dusun di desa/lingkungan di keluran 4 dusun/lingkungan
Kepala dusun/lingkungan aktif
BADAN PERMUSYAWARATAN DESA
Keberadaa BPD ada- aktif
Jumlah anggota BPD 7 orang
Anggota BPD
Ketua Pendidikan S1
Wakil ketua pendidikan Diploma
Sekretaris pendidikan S2
Anggota Nama SUYUDI pendidikan S1
Anggota Nama JONI SETYANTORO pendidikan S1
Anggota Nama HASYIM SYARBINI pendidikan SLTA
Anggota Nama SUBAGYO pendidikan SLTA
LEMBAGA KEMASYARAKATAN
Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan (LKD/LKK)
LPM/LPMK
Jumlah 1
Dasar hukum pembentukan berdasarkan perdes dan perda kab/kota
Jumlah pengurus 11 orang
Ruang lingkup kegiatan
1 jenis yakni desa
PKK
Jumlah 1
Dasar hukum pembentukan berdasarkan perdes dan perda kab/kota
Jumlah pengurus 15 orang
Ruang lingkup kegiatan 10 jenis, yakni desa
RUKUN WARGA
Jumlah 8
Dasar hukum pembentukan berdasarkan perdes dan perda kab/kota
Jumlah pengurus 10 orang
Ruang lingkup 1 jenis, yakni RW
RUKUN TETANGGA
Jumlah 22
Dasar hukum pembentukan berdasarkan perdes dan perda kab/kota
Jumlah pengurus 5 orang
Ruang lingkup kegiatan 1 jenis, yakni RT
RUKUN TARUNA
Jumlah 1
Dasar hukum pembentukan berdasarkan perdes dan perda kab/kota
Jumlah pengurus 5 orang
Ruang lingkup kegiatan 1 jenis, yakni desa
KELOMPOK TANI
Jumlah 5
Dasar hukum pembentukan belum ada LKD/LKK atau belum ada dasar hukum
Jumlah pengurus 10 orang
Ruang lingkup kegiatan 1 jenis, yakni desa
BADAN USAHA MILIK DESA
Jumlah 1
Dasar hukum pembentukan berdasarkan perdes dan perda kab/kota
Jumlah pengurus 5 orang
Alamat kantor: Jl. Kalimantan 18 desa karanggebang kecamatan jetis kabupaten ponorogo jawa timur
Ruang lingkup kegiatan di desa
ORGANISASI KEAGAMAAN
Jumlah 2
Dasar hukum pembentukan belum ada LKD/LKK atau belum ada dasar hukum
Ruang lingkup kegiatan 1 jenis, yakni desa
ORGANISASI PEREMPUAN LAIN
Jumlah 1
Dasar hukum pebentukan belum ada LKD/LKK atau belum ada dasar hukum
Jumlah pengurus 10 orang
Ruang lingkup kegiatan 1 jenis, yakni desa
ORGANISASI PEMUDA
Jumlah 6
Dasar hukum pembentukan belum ada LKD/LKK atau belum ada dasar hukum
Ruang lingkup kegiatan 1 jenis, yakni lingkungan
TINGKAT PARTISIPASI POLITIK
Jenis Pemilihan : Pemilu kepala Desa/kelurahan
Jumlah Wanita yang memiliki hak pilih 1288 orang
Jumlah Pria yang memiiki hak pilih 1274 orang
Jumlah Wanita yang memilih 1150 orang
Jumlah Pria yang memilih 1161 orang
Jenis Pemilihan : Pemilu Kepala Kabupaten/Kota
Jumlah Wanita yang memiliki hak pilih 1270 orang
Jumlah Pria yang memiiki hak pilih 1255 orang
Jumlah Wanita yang memilih 1116 orang
Jumlah Pria yang memilih 1104 orang
Jenis Pemilihan : Pemilu Kepala Gubernur
Jumlah Wanita yang memiliki hak pilih 1270 orang
Jumlah Pria yang memiiki hak pilih 1255 orang
Jumlah Wanita yang memilih 1101 orang
Jumlah Pria yang memilih 1089 orang
Jenis Pemilihan : Pemilu Legislatif (DPD/DPR/DPRD)
Jumlah Wanita yang memiliki hak pilih 1272 orang
Jumlah Pria yang memiiki hak pilih 1258 orang
Jumlah Wanita yang memilih 1156 orang
Jumlah Pria yang memilih 1144 orang
Jenis Pemilihan : Pemilu Presiden
Jumlah Wanita yang memiliki hak pilih 1272 orang
Jumlah Pria yang memiiki hak pilih 1258 orang
Jumlah Wanita yang memilih 1131 orang
Jumlah Pria yang memilih 1119 orang
LEMBAGA PENDIDIKAN
- Pendidikan Formal
- Play Group jumlah 2, status Terdaftar kepemilikan swasta 1 desa 1 tenaga pengajar 4 jumlah siswa 122
- TK jumlah 2, status Terakreditasi kepemilikan swasta 1 desa 1 tenaga pengajar 6 jumlah siswa 96
- SD jumlah 2, status Terakreditasi kepemilikan pemerintah 2 tenaga pengajar 20 jumlah siswa 250
- Pendidikan Formal Keagamaan
- Sekolah Islam jumlah 1, kepemilikan swasta 1 tenaga pengajar 15 dengan jumlah siswa 268
- Raudhatul Athfal jumlah 1, kepemilikan swasta 1 tenaga pengajar 6 dengan jumlah siswa 62
- Ibtidayah 1 kepemilikan swasta 1, tenaga pengajar 15 dengan jumlah siswa 268
- Ponpes 1 kepemilikan swasta 1, tenaga pengajar 10 dengan jumlah siswa 125
LEMBAGA KEAMANAN
- Hansip dan Linmas
Keberadaan Hansip dan Linmas 1 orang
Jumlah anggota Hansip 30 orang
Jumlah anggota Satgas Linmas 30 orang
Pe
Pelaksanaan SISKAMLING 1
Jumlah Pos Kamling sebanyak 22 buah
Kerjasama Desa/Kelurahan dengan TNI – POLRI dalam bidang TRANTIBLINMAS
Mitra Koramil / TNI sebanyak 1
Jumlah anggota sebanyak 1 orang
Jumlah kegiatan sebanyak 1 jenis kegiatan
Babinkamtibmas/POLRI sebanyak 1
Jumlah anggota sebanyak 6 orang
Jumlah kegiatan sebanyak 1 jenis kegiatan
POTENSI PRASARANA DAN SARANA
- Prasarana Transportasi Darat
-Panjang jalan aspal kondisi Baik 2,24 km kondisi Rusak 0,00
-Panjang jalan konlok/semen/beton kondisi Baik 0,10 kondisi Rusak 0,00
- Prasarana Peribadatan
Jumlah masjid sebanyak 2 buah
Jumlah Mushola/langgar/surau sebanyak 15 buah
- Prasarana Olah Raga
Lapangan sepak bola sebanyak 1 buah
Lapangan bulu tangkis sebanyak 1 buah
Lapangan Bola Voli sebanyak 2 buah
Meja pingpong sebanyak 4 buah
- Prasarana Kesehatan
Poliklinik/balai pengobatan sebanyak 1 unit
Posyandu sebanyak 3 unit
Rumah bersalin sebanyak 1 unit
- Sarana Kesehatan
Jumlah Dokter Umum sebanyak 1 orang
Jumlah Paramedis sebanyak 1 orang
Jumlah dukun bersalin terlatih sebanyak 4 orang
Jumlah Bidan sebanyak 5 orang
Jumlah Perawat sebanyak 3 orang
Jumlah dukun pengobatan alternatif sebanyak 4 orang
